Islam Agama Yang Melindungi

3 02 2010

Islam Agama Yang Melindungi

Bismilahirahmanirrahim

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

‘’Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.’’(Al-Ahzab: 53)

Diriwayatkan dari Annas ra bahwa Umar bin Khatab ra berkata, ‘’Aku sinkron dengan Tuhanku dalam empat hal.’’ Kelanjutan hadits tersebut adalah bahwa Umar bin Khatab berkata, ‘’Aku berkata, ‘’Wahai, Rasulallah, bagaimana kalau isteri-isterimu mengenakan jilbab, karna orang baik-baik dan jahat masuk ketempat mereka?’’

Lalu turunlah firman Allah Ta’ala,

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ

’Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.’’(Al-Ahzab:53)

Para ulama megatakan ayat tadi dalil bahwa Allah Ta’ala mengizinkan kaum muslimin bertanya kepada isteri-isteri Nabi saw dari balik hijab (tabir), atau bertanya tentang satu masalah yang mesti mereka jawab. Hal ini juga berlaku pada wanita-wanita selain mereka. Menurut perinsip syariat, seluruh tubuh wanita itu aurat. Karenanya, ia tidak membuka wajahnya kecuali jika ada keperluan. Seperti untuk keperluan kesaksian. Ia juga tidak boleh membka bagian manapun dari angota tubuhnya, kecuali karna kondisi darurat, misalnya untuk keperluan diagonis jika memang diperlukan.

Allah Ta’ala berfirman,

ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

‘’Cara seperti itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka’’(Al-Ahzab:53)

Maksudnya, minta sesuatu dari balik hijab (tabir) itu lebih membersihkan kalian dari pikiran-pikiran yang timbul pada kaum lelaki terhadap wanita atau wanita terhadap laki-laki. Juga lebih mampu menghilangkan kecurigaan dan tuduhan yang tidak berdasar, serta lebih mampu menjaga kedua pihak. Ini menunjukan siapapun tidak boleh percaya bahwa dirinya mampu menahan diri, lalau dia boleh berduaan dengan wanita bukan mahromnya. Ini jelas tidak dibenarkan dan tidak melakukan hal seperti itu jauh lebih baik baginya dan lebih melindungi dirinya.

Disebutkan di hadis mulia, bahwa Rasulallah bersabda,

‘’Aku tidak menigalkan sesudahku fitnah bagi kaum laki-laki yang lebih berbahaya dari wanita.’’ (HR.Bukhari).

Rasulallah saw bersabda,

’Setiap orang ditulis jatah zinanya dan itu pasti terjadi padanya. Zina mata ialah melihat (orang bukan mahram), zina telinga ialah mendengar, zina lidah ialah berbicara, zina tangan ialah memukul, zina kaki ialah berjalan (ke tempat maksiat), sedang hati menginginkan dan berandai-andai, lalu hal itu di benarkan atau dimentahkan oleh kemaluan.’’(HR.Bukhari dan Muslim)

Rasulallah saw bersabda,

‘’Janganlah kalian duduk-duduk dijalan.’’ Para sahabat berkata, ‘’Wahai Rasulallah, kita mau tidak mau mesti duduk-duduk guna ngobrol.’’ Rasulallah saw bersabda,’’Jika kalian tetap duduk-duduk dijalan, maka berikan hak kepada jalan.’’ Para sahabat berkata, ‘’apa hak jalan itu?’’ Rasulallah saw bersabda, ‘’’Menahan pandangan,menahan diri untuk tidak mengganggu, menjawab salam, menyuruh kepada kebaikan , dan melarang dari kwmugkaran.’’ (HR.Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Ummu Salamah, ra dia berkata,

‘’Kami sedang berada disamping Rasulallah saw. Maimunah juga ada disamping beliau. Lalu Ibnu Ummu Maktum datang dan itu terjadi setlah hijab diwajibkan kepada kami. Nabi saw bersabda, ‘bersembunyilah darinya!’ kami berkata, ‘Wahai Rasulallah, bukankah dia buta dan tidak dapat melihat dan tahu kita?’ Nabi saw bersabda, ‘ Apakah kalian berdua buta? Bukankah kalian berdua bisa melihat?’’(HR.Abu Daud dan Tirmidz)

Disebutkan di hadis qudsi,

’Melihat (bukan mahramnya) itu salah satu anak panah beracun iblis. Barang siapa tidak melakukannya karna takut kepada-Ku, maka aku mengantinya dengan iman dan ia rasakan rasa manisnya iman dihatinya.’’(HR.Ath-Thabrani dan Hakim)

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra bahwa Rasulallah saw bersabda,

’Janganlah kalian masuk ke tempat kaum wanita.’’Salah seorang dari kaum Anshar berkata, ‘’Bagaimana kerabat suami menurutmu?’’ Rasulallah saw bersabda, ‘’Kerabat suami sama dengan kematian.’’ (HR.Bukhari dan Muslim).

Imam An-Nawawi ra berkata, ‘’Makna hadis tadi ialah takut kepada kerabat suami lebih ditingkatkan, sebab fitnah sangat mungkin terjadi darinya, karna ia dapat masuk secara bebas dan berduaan dengan wanita yang menjadi isteri kerabatnya tanpa mengndang kecurigaan. Ini berbeda dengan orang yang bukan mahram. Pada umumnya manusia, tidak begitu curiga terhadap kerabat suami. Disinilah letak kematian itu. Karna itu, kerabat suami lebih diutamakan dilarang bertemu dengan wanita yang menjadi isteri kerabatnya daripada orang lain seperti telah kami sebutkan.’’

Disebutkan di hadis mulia,

‘’Wanita tidak boleh berpergian kecuali disertai mahramnya dan orang laki-laki tidak boleh masuk ketempat wanita kecuali wanita tersebut ditemani mahramnya.’’(HR.Bukhari dan Muslim)

Islam megharamkan hubungan bebas dan campur baur (ikhtilath) antara laki-laki dan dengan wanita dan menganjurkan kepada mereka menjaga jarak (menjauh) hingga dalam shalat sekalipun. Disebutkan di hadis mulia,

’Shaf kaum laki-laki yang paling baik ialah shaf terdepan dan shaf mereka yang paling jelek ialah shaf terakhir. Shaf kakum wanita yang paling baik ialah shaf terakhir, dan shaf mereka yang palig jelek ialah shaf terdepan.’’(HRMuslim)

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khunderi ra bahwa Nabi saw bersabda,

’Pada setiap pagi, ada dua malaikat berseru, ‘ Celakalah kaum laki-laki (karna ulahnya) terhadap kaum wanita. Dan, Celaklah kaum wanita (karna ulah) terhadap kaum laki-laki.’’(HR.Ibnu Majah dan Hakim)

Disebutka dihadis mulia,

‘’Jika seorang wanita memakai parfum, lalu berjalan melewati salah satu kaum agar mereka mencium aromanya, maka ia pezina.’’(HR.Abu Daud)

Juga disebutkan dihadis mulia,

‘’Wanita itu aurat, jika ia keluar, ia disambut setan.’’(HR.Tirmidz) Nabi saw menamakan wanita itu aurat dan aurat itu harus ditutup.

Makna disambut setan ialah setan mengarahkan pandangannya kepada wanita untuk menyesatkannya orang lain dengannya. Akibatnya, laki-laki terjerumus kedalam fitnah karna wanita, atau setan menjerumuskan wanita karena laki-laki, atau setan emnjerumuskannya sekaligus.

Wanita tetap berada di rumah itu lebih baik baginya daripada ia keluar rumah, bahkan untuk kepentingan shalat berjama’ah sekalipun.

Diriwayatkan dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Said ra bahwa ia datang kepada Nabi saw lalu berkata kepada beliau, ‘’Wahai Rasulallah, aku senag shalat bersamamu.’’ Rasulallah saw bersabda,’’Aku tahu engkau senag shalat bersamaku. Tapi, shalatmu dirumahmu itu lebih baik dari shalatmu dikamarku. Shalatmu dikamarmu itu lebih dari shalatmu didesamu. Shalatmu di desamu itu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu. Shalatmu di masjid kaummu itu lebih baik dari shalatmu di masjidku.’’ Lalu, Nabi saw menyuruh pembangunan masjid untuk Umu Humaid di bagian rmahnya yang palig dalam dan paling gelap. Ia pun shalat didalamnya hingga meniggal dunia. (HR.Ahmad)

‘’Wallahu’alam’’

(Ahmad Izzuddin Al-Bayanuni)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: